Senin, 07 Maret 2016

Indahnya sebuah penyesalan

Hasil gambar untuk GAMBAR KARTUN MUSLIMAHMenyesal..........................................................................................
Adalah kata yang paling kubenci didunia ini. Mengapa? karena bila kata "menyesal" tersebut telah muncul dalam kehidupanku, itu berarti aku telah melakukan suatu hal yang merugikan dan mengecewakan diriku dan bahkan orang lain.
Aku tidak mengerti mengapa harus ada kata menyesal didalam hidupku ini. dan anehnya lagi bukan hanya sekali kata itu muncul dalam pikiran dan benakku, tetapi berkali-kali. Pastinya sobat sudah tahu alasannya! yah itu karena aku selalu saja melakukan hal-hal bodoh yang membuatku harus berhadapan dengan sebuah penyesalan!
Inilah aku dengan seribu kesalahan yang kerap kali membuatku menyesali perbuatanku.
Namun, entah mengapa! kisahku yang satu ini mengajarkanku tentang indahnya sebuah penyesalan.Karena dengan penyesalanku itulah yang membuatku kini belajar untuk tidak mengulangi hal dan tindakan serta perbuatan yang membuatku jatuh dilubang yang sama dengan penyesalan yang sama pula.
Kisahku dimulai dari sini.
Hai kawan! perkenalkan namaku Nidya Azzahra! tetapi aku sering dipanggil rara oleh teman-temanku. Sekarang aku genap berumur 17 tahun, dan sekarang aku telah duduk dibangku SMA kelas 3.
Aku merupakan anak tunggal dari sebuah keluarga yang sangat harmonis. Ibu dan ayahku sangat menyayangiku. kasih sayang mereka dibuktikan dengan perayaan ulang tahun diumur 17 tahunku di sebuah kafe mewah di jakarta.
"Selamat ulang tahun..... selamat ulang tahun......Tiup lilinnya...... tiup lilinnya..... tiup lilinnya sekarang juga..... sekarang juga..... sekarang juga"! begitulah para undangan yang sekaligus teman-teman satu SMA ku menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku.
" Selamat ulang tahun yah sayangnya mama dan papa! mama do'ain semoga panjang umur, sehat selalu dan selalu menjadi anak kebanggaan mama dan papa" Kata mama sembari menciup kedua pipiku.
Malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan dalam hidupku. Aku bagaikan ratu dalam semalam. Para teman-temanku silih berganti mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku dengan kado ditangan mereka.
Setelah para undangan telah pulang! aku dan kedua orang tuaku juga kembali kerumah. aku langsung masuk ke dalam kamarku! betapa terkejutnya aku saat kulihat kasurku penuh dengan kado ulang tahun! Dengan secepat kilat aku menghampiri kado-kado tersebut dan langsung membukanya satu persatu.
Ada yang isinya baju, jaket, jeans, kemeja, sepatu, jam tangan dan bahkan ada yang memberikanku alat make up. Sungguh senang hatiku.
Setelah kurasa semua kado telah kubuka, aku pun memanggil bibi untuk membersihkan kamarku dan menyimpan hadiah yang kudapatkan didalam lemari.
Aku pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhku kini terasa sangat lelah. Ingin rasanya aku segera kealam mimpi untuk mengulang kejadian malam ini.
Kulangkahkan kakiku menuju tempat tidur yang terlihat sangat nyaman. Namun langkahku terhenti ketika kulihat sebuah kado kecil berada diatas meja belajarku.
Sebuah kado berwarna merah dengan kartu ucapan diatasnya!
"Dari sahabatmu Andin"
"Duh sabahatku sekarang udah besar yah! Senang rasa bisa jadi sahabat kamu selama ini! Aku ucapin selamat ulang tahun yah sobatku yang cantik dan pinter. semoga panjang umur dan sehat selalu"
"Oh iya aku punya kado istimewa nih untuk kamu. Kado dariku ini bisa buat kamu refresing kalau lagi stress dengan pelajaran. Jangan selalu belajar deh sekali-kali hang-out bareng kita-kita"
Aku tersenyum membaca surat ucapan dari sabahatku yang satu ini.
Lekas kubuka hadiah darinya yang membuatku sangat penasaran ini. Ternyata isinya adalah sebuah kaset cd drama korea kesukaannya.
Aku selalu heran kenapa banyak dari teman kelasku yang sangat tergila-gila dengan negeri ginseng yang satu ini. entah itu dramanya maupun para artisnya. Aku selalu mengatakan kepada mereka untuk mencintai produk-produk dalam negeri. Begitulah sifatku. Ketika teman-temanku menonton dan bercerita tentang drama korea maka aku hanya bisa tersenyum dan duduk dibangku sembari membaca buku pelajaran. Inilah yang membuatku mendapat julukan sikutu buku.
Aku kemudian menyalakan laptop dan memutar kaset cd yang diberika andin kepadaku sebagai hadiah ulang tahun.
Entah rasanya seperti terhipnotis, aku serasa tidak ingin menghentikan drama yang tengah kutonton ini. Tak terasa aku menonton hingga pukul 03:00 subuh dan tertidur diatas laptopku.
Sejak saat itulah aku menjadi fans fanatik korea. Aku tidak perna ketinggalan update terbaru baik itu tentang artisnya, dramanya, lagunya, musiknya, ataupun filmnya. Kpop membuatku lupa waktu. Aku menjadi malas untuk belajar. Aku lebih memilih untuk menghabiskan waktuku didepan laptop dan menonton drama korea. Nilai-nilai yang tadinya rata-rata 100 kini menurun hingga 70. Pakaian yang kugunakanpun tak ketinggalan semuanya bergaya ala korea.
Suatu hari ibuku berbicara padaku.
"Rara.... tadi ibu dapat telepon dan wali kelas kamu. katanya sekarang nilai kamu menurun, dan juga kamu sering tertidur didalam kelas saat pelajaran tengah berlangsung, kamu sekarang kenapa berubah sayang. Ini lagi kenapa bajumu kayak gini? kan mama udah beliin kamu baju muslimah lengkap dengan jilbabnya.  Kenapa kamu nggak pakai yang itu sayang?
"Rara dengarkan mama yah! sekarang kamu ini sudah besar, sudah 17 tahun loh. Sudah waktunya kamu untuk menutup aurat kamu udah wajib. Mama itu sayang sekali sama rara. Jadi mama nggak mau anak mama satu-satunya jauh dari agama. Rara ngertikan maksud mama. anak mama kan pinter yah!" kata mama sembari mengelus dahiku pelan. Kurasakan air mata mama jatuh diatas ubun-ubunku.
Aku masuk kedalam kamar. kutatap dinding kamarku yang penuh dengan poster artis korea. Tidak pernah rasanya aku melihat mama menangis seperti itu. Apa aku yang telah membuat mama sedih. Apa mama sekarang sudah kecewa kepadaku.
Aku pernah membuat mama menangis, tapi bukan tangisan yang seperti tadi. Aku rasa ini tangisan yang berbeda saat mama melihatku berdiri di depannya dengan piala dan piagam ditanganku karena memenangkan lomba OSN MIPA.
Seketika kulepaskan semua poster-poster itu, kunyalakan laptop dan mulai menghapus semua data tentang korea, dan kuambil handphone untuk menghapus foto serta musik korea yang membuatku menjadi anak mama yang berbeda.
Aku memanggil bibi untuk membuang semuanya. Aku beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat dhuha dan berdo'a
"Ya Allah...."
"Ampunilah hamba-Mu ini. hamba telah lalai dalam menjalankan segala perintah-Mu Hamba terlalu asik dan nyaman dengan dunia hamba sehingga melupakan-Mu. Ampunilah hamba karena terlalu memuji para idola korea, sedangkan hamba tahu Engkaulah yang telah menciptakan merekadengan segala bakat dan pesona yang mereka miliki. Ampunilah hamba karena telah membuat mama hamba sedih dan kecewa. Hamba menyesal!"
Kubersimpuh dan terisak dalam do'aku yang panjang! Kutekadkan dalam hatiku untuk berubah.
Perubahan yang kulakukan kumulai dari pakaian yang kugunakan. Kini aku telah memakai pakaian yang selayaknya dipakai oleh para wanita muslimah. Pelajaran yang tertinggal kemarin kini aku kejar sekuat tenagaku. Nilai-nilaiku yang turun, aku berusaha untuk memperbaikinya. Hari-hariku kulalui dengan semangat dan senantiasa memuji kebesaran Allah SWT.
Akhirnya sebentar lagi aku akan menyelesaikan studiku di SMA. Setelah melalui waktu yang panjang dan mengikuti beberapa ujian kelulusan. Tibalah saatnya pengumuman yang dinanti-natikan oleh kami para siswa-siswi SMA. Selang beberapa jam menunggu. Akhirmya seorang guru melangkah dengan pasti menuju ke papan pengumuman dengan beberapa kertas ditangannya.
Setelah pengumuman kelulusan ditempel. Para siswa-siswi berlari menuju mading dan berebutan untuk melihat hasil ujian mereka. dan Alhamdulillah hasilnya kami lulus 100%.
Aku sungguh senang! Aku langsung mengucap syukur kepada Allah SWT atas segala kebesaran-Nya. Kebahagiannku tidak sampai disitu saja. Seorang siswi mengatakan kepadaku bahwa kepala sekolah memanggilku keruangannya.
Akupun bergegas menuju keruang kepala sekolah
"Assalamualaikum" Salamku sambil mengetuk pintu
"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk" kata kepala sekolah dari dalam
"Maaf pak, bapak memanggil saya?"
"Oh rara, iya. duduk nak!"
" Begini rara, oh iya kamu sudah lihat hasil pengumumannya?"
"Sudah pak! Alhamdulillah saya dan teman-teman semuanya lulus"
"Alhamdulillah! bapak memanggil kamu kesini itu untuk memberikan kabar gembira untuk kamu! Bapak dapat informasi dari pusat kalau ternyata di sekolah kita yang tercinta ini terpilih sebagai salah satu sekolah yang menerima beasiswa kuliah keluar negeri bagi para siswa-siswinya yang telah lulus. dan bapak rasa kamu adalah orang yang tepat untuk mendapatkan kesempatan ini. bagaimana rara apa kamu mau melanjutkan pendidikan keluar negeri?"
Betapa terkejutnya aku mendengar perkataan kepala sekolah itu! Tak terasa air mataku menetes begitu saja dari kelopak mataku. Belum selesai aku merasakan kebahagian ini bapak kepala sekolah kembali melanjutkan pembicaraannya
"Rara, apa kamu tahu negara mana yang akan kamu kunjungi untuk melanjutkan studimu nak? korea.... tepatnya korea selatan" kata beliau dengan senyuman dibibirnya.
Mataku langsung terbelalak tak percaya. Negara yang telah membuat mamaku sedih dan kecewa, negara yang membuatku menjadi orang yang berbeda, dan negara yang menjauhkanku dari-Nya. Kini aku mendapat kesempatan untuk mengunjunginya. Aku bisa kuliah disana, bersama dengan para artis korea yang selama ini hanya kulihat dari layar laptopku saja.
Setelah berterimah kasih dan berpamitan kepada kepala sekolah, akupun berlari menuju mushallah sekolah sambil tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT.
Alhamdulillah... Mahabesar Allah atas segala kehendak-Nya.



"Cerita diatas hanyalah FIKSI belaka! jika ada sesuatu yang membuat para pembaca tersinggung saya sebagai penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya"!
AJA..... AJA
FIGHTING!!!!!!!!!!!!
Karya anak bangsa bulqis pena!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar